Misalnya yang dilakukan gang motor di Jalan Residen Abdul Rozak, tepatnya di sekitar SMA Kusumah Bangsa, Palembang, Senin (05/03/2012) dini hari. "Wah, mereka balapan hampir setiap malam. Mereka itu rata-rata berjudi," kata seorang penjaga malam, sebut saja Man, yang berjaga di pertokoan di Jalan Residen Abdul Rozak.
"Memang terkadang ada polisi yang menertibkan. Mereka bubar. Polisi pergi, mereka kembali lagi," keluhnya.
Yang membuat warga di sekitar merasa resah dengan balapan tersebut bukan hanya soal judi saja, tapi suara bising yang bahkan bisa terdengar hingga 3 km. Suara itu sangat menggangu waktu istirahat warga yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.
"Sebenarnya para polisi dapat mencegah balapan liar ini. Mereka tahu kok yang balapan ini. Rata-rata memiliki bengkel motor di sekitar sini. Orangnya itu-itu juga. Soal judi yang mereka lakukan, warga di sini tidak peduli, sebab sulit dibuktikan kecuali kita turut berjudi, tapi suara dari knalpot motor mereka jelas-jelas mengganggu istirahat orang setiap malam," bebernya.
Balapan liar juga berlangsung pada sore hari di jalan ini. Tepatnya di sekitar Kelurahan Kalidoni. Jalan Residen Abdul Rozak memang bukan jalan yang aman bagi pengendara. Selain adanya balapan liar pada sore dan malam hari, juga banyak warga yang menjadi korban aksi penjambretan yang menggunakan
sepeda motor.
Bandung - Jalan raya nan mulus
dan sepi di kawasan Serpong justru mengundang aksi balap liar motor pada
malam hari. Aksi trek-trekan ini terus saja berulang dan sulit
diberantas.
Keluhan terhadap aksi kebut-kebutan di jalan umum ini berulang kali dilayangkan warga Serpong. Pembaca Urban Serpong, David Hardison misalnya, merasa kesal terhadap ulah pebalap liar di BSD sektor 1.2. “Banyak sekali anak-anak remaja yang balap liar kebut-kebutan di depan Griya Loka sektor 1.2 yang arah ke Pasar Modern,” kata David, Kamis (1/3/2012).
Balap liar itu berlangsung hampir setiap hari mulai pukul 23.00 hingga 01.00 dini hari. Ini jelas sangat mengganggu kenyamanan warga untuk beristirahat.
Menurut Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Serpong Iptu Renta H Manurung, polisi sudah sering menindak pelaku balap liar, yang umumnya masih berstatus sebagai pelajar SMA. “Kita sudah sering melakukan razia balapan liar ini, khususnya pada malam Minggu atau malam Sabtu,” kata Renta saat dihubungi
Kompas.com , Kamis (1/3/2012). Nyatanya, meskipun sudah berkali-kali diperingatkan oleh polisi, balap liar pun masih sering terjadi pada malam hari.
Renta mengatakan, balap liar ini kerap ditemui mulai dari ruas jalan di BSD hingga Alam Sutera. Polsek Serpong setidaknya sudah menahan 13 sepeda motor yang digunakan untuk kebut-kebutan di jalan raya. Pengemudinya rata-rata pelajar SMA dan tidak punya SIM. Adapun sepeda motor yang disita sering kali tidak dilengkapi lampu atau tidak menyala dan surat-suratnya pun tidak lengkap.
Kepala Polsek Serpong Nico Andreano mengatakan, aksi balap liar ini sudah menyebar di setiap jalan yang mulus, luas, dan sepi di kawasan Serpong. Polisi mengalami kendala saat melakukan razia maupun patroli malam karena para pebalap ini begitu cepat membubarkan diri sehingga tidak dapat langsung diamankan.
”Mereka selalu cepat kabur begitu tahu ada polisi datang. Kita selalu razia motor-motor yang balap liar, tapi karena tempat-tempat balap liarnya banyak, kita masih sering kecolongan,” kata Nico.
Keluhan terhadap aksi kebut-kebutan di jalan umum ini berulang kali dilayangkan warga Serpong. Pembaca Urban Serpong, David Hardison misalnya, merasa kesal terhadap ulah pebalap liar di BSD sektor 1.2. “Banyak sekali anak-anak remaja yang balap liar kebut-kebutan di depan Griya Loka sektor 1.2 yang arah ke Pasar Modern,” kata David, Kamis (1/3/2012).
Balap liar itu berlangsung hampir setiap hari mulai pukul 23.00 hingga 01.00 dini hari. Ini jelas sangat mengganggu kenyamanan warga untuk beristirahat.
Menurut Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Serpong Iptu Renta H Manurung, polisi sudah sering menindak pelaku balap liar, yang umumnya masih berstatus sebagai pelajar SMA. “Kita sudah sering melakukan razia balapan liar ini, khususnya pada malam Minggu atau malam Sabtu,” kata Renta saat dihubungi
Kompas.com , Kamis (1/3/2012). Nyatanya, meskipun sudah berkali-kali diperingatkan oleh polisi, balap liar pun masih sering terjadi pada malam hari.
Renta mengatakan, balap liar ini kerap ditemui mulai dari ruas jalan di BSD hingga Alam Sutera. Polsek Serpong setidaknya sudah menahan 13 sepeda motor yang digunakan untuk kebut-kebutan di jalan raya. Pengemudinya rata-rata pelajar SMA dan tidak punya SIM. Adapun sepeda motor yang disita sering kali tidak dilengkapi lampu atau tidak menyala dan surat-suratnya pun tidak lengkap.
Kepala Polsek Serpong Nico Andreano mengatakan, aksi balap liar ini sudah menyebar di setiap jalan yang mulus, luas, dan sepi di kawasan Serpong. Polisi mengalami kendala saat melakukan razia maupun patroli malam karena para pebalap ini begitu cepat membubarkan diri sehingga tidak dapat langsung diamankan.
”Mereka selalu cepat kabur begitu tahu ada polisi datang. Kita selalu razia motor-motor yang balap liar, tapi karena tempat-tempat balap liarnya banyak, kita masih sering kecolongan,” kata Nico.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar